logo desa

logo desa
logo

Minggu, 04 November 2012

Usaha Es Sari Tebu Murni

Tahukah Anda Manfaat SARI TEBU ? Es Sari Tebu Murni. Tentu anda pernah merasakan kesegarannya. Selain manis dan lezat, ternyata sari tebu kaya khasiat. Mulai dari batuk, masuk angin, panas tinggi sampai jantung berdebar bisa di punahkan oleh Sari Tebu Murni. Perasan Sari Tebu Murni mengandung senyawa Saccharant yang berfungsi sebagai antidiabetes, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabet (kencing manis). Sari Tebu Murni juga telah diteliti dan ternyata banyak mengandung Vitamin B2(Riboflavin). Selain itu, meminum Sari Tebu juga mencegah kerusakan gigi, membantu pemulihan pencernaan dan menyembuhkan pegal linu. Jika anda tidak puas hanya dengan membaca sekilas tulisan ini, silahkan buktikan khasiatnya !!! Selamat menikmati khasiat Sari Tebu Murni!!! Tentang Juragan Tebu Awalnya saya sangat menggemari minuman es sari tebu ini, dimana rasanya manis dan aroma tebunya begitu segar, sehingga membuat orang ingin kembali menikmatinya lagi. Suatu hari saya mencoba kembali lagi untuk membeli es sari tebu dan saya berbincang-bincang dengan pedagang es sari tebu langganan saya, ternyata beliau pandapatan perharinya mencapai 150 gelas dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp.3.000 saja. Sambil berbincang-bincang, ternyata memang benar mesin giling tebu beliau jarang sekali nganggur, pembeli selalu saja datang setiap ½ menit. Dari situlah saya berfikir,kenapa saya tidak coba untuk usaha es sari tebu saja.!! Akhirnya saya putuskan untuk usaha es sari tebu... Awalnya saya buka counter di sebelah toko swalayan, selama 3 bulan konsumen tidak tentu.dan ternyata memang butuh waktu lama jika saya harus membuka counter, min 1 tahun untuk orang-orang mengetahui. Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan gerobak becak, kenapa saya menggunakan gerobak becak? Alasannya adalah untuk mempermudah karyawan juragan tebu memperoleh konsumen dan juga memperkecil pengeluaran yaitu pengeluaran untuk sewa tempat. Karyawan dapat kelokasi dimana saja yang pastinya ramai akan pengunjung seperti pasar, sekolah-sekolah, kampus, pameran, maupun acara konser band atau pasar malam. Dan hasilnya sempurna, dalam 1 hari pendapatan penjualan mencapai 100-135 gelas. Tanpa disengaja banyak sekali konsumen kami menanyakan tentang Juragan Tebu ini (bisnis saya ini). Saya pun mulai berfikir untuk me-waralabakan usaha saya ini, saya pun membuat konsep kemitraan namun ada yang berbeda, manjadi mitra kami tidak dikenakan royalty fee dan franchisee fee hanya saja para mitra kami menggunakan bahan baku dari kami atau jenis tebu dari kami. Mengapa demikian? Karena jenis tebu yang kami gunakan adalah jenis tebu khusus untuk minuman sari tebu bukan menggunakan tebu pabrik. Tebu yang kami gunakan menghasilkan sari tebu yang sangat manis, air sari yang bewarna hijau dan aroma tebu sangat begitu segar (menyengat). Jenis tebu yang digunakan Jenis tebu yang kami gunakan adalah jenis tebu khusus untuk minuman sari tebu, ciri ciri tebu kami adalah panjang tebu mencapai 2,5 meter, tebu tahan lama dan tidak pernah merah pada bagian rosnya, air yang dihasilkan hijau, manis dan aroma tebu sangat menyengat sehingga sangat segar bagi yang meminumnya. Juragan Tebu memang khusus menanam jenis tebu ini karena kualitas sarinya yang dihasilkan sangat baik, oleh karena itu juragan tebu memiliki perkebunan tebu pribadi untuk mitra-mitra yang bergabung, sehingga para mitra tidak perlu khawatir akan bahan baku, karena bahan baku selalu ada sepanjang tahunnya.
PERKEBUNAN JURAGAN TEBU Keuntungan Menjadi Mitra Juragan Tebu Penyedia Mesih Giling Tebu Address: Kepurun,manisrenggo,KlatenKlaten , Jawa TengahIndonesia Tel: +6274543084 Fax: +62274543085 Contact Person: Mr. Nur Arifin Country: Indonesia.

Usaha Keripik Singkong

PEMBUKAAN USAHA PEMBUATAN KERIPIK SINGKONG SINGKONG 1. LATAR BELAKANG PEMBUATAN USAHA Manusia yang hidup sudah menjadi semacam suatu kewajiban untuk bertahan hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk bertahan hidup manusia perlu berinteraksi dengan sesame manusia lain, terutama dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Dewasa ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup. Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek lingkungan. Ada berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah usaha pembuatan kripik singkong seperti apa yang akan penulis paparkan dalam makalah ini. 2. IDENTIFIKASI PEMBUATAN USAHA Pembuatan usaha baru yang kita rintis sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal yang akan mendasari usaha kita tersebut, diantranya adalah untuk apa kita melukan kegiatan usaha yang dimaksud, apa saja hal yang kira-kira menjadi rintangan dan hal-hal yang dapat meringankan usaha kita tersebut, dan bagaimana kemungkinan keuntungan yang dapat kita peroleh dengan membuka usaha tersebut. 3. TUJUAN MEMBUAT USAHA Adapun tujuan kita untuk mendirikan suatu usaha adalah selain untuk bertahan hidup, lebih khusus lagi kita mencari laba atau untung dari usaha yang kita lakukan tersebut. Disamping itu, lebih jauh lagi, kita berharap dapat membuat lapangan kerja sendiri dan jika memungkinkan, kita dapat menyediakan lapangan kerja untuk orang lain. Dengan makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami dan diharapkan dapat memanfaatkannya khusunya dalam suatu pemilihan usaha. PEMBUKAAN USAHA PEMBUATAN KERIPIK SINGKONG SINGKONG 1. PROSPEKTIF MASA DEPAN Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha yang dijalankan ini sudah mulai ditinggalkan orang. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan, membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha apapun akan dapat bertahan menghadapi persaingan baik dengan sesama produsen keripik singkong maupun bersaing dengan produk baru lainnya. Disamping itu, karena keripik singkong merupakan jenis makanan yang sudah umum di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya tidak akan diragukan lagi. 2. ANALISIS PERSAINGAN Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan. Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi keripik singkong, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari keripik singkong tersebut. Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan keripik singkong. Mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengirisan yang dilanjutkan dengan penggorengan. Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya. Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja. Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan. 3. SEGMENTASI PASAR YANG AKAN DIMASUKI Segemen pasar yang diincar adalah kalangan bawah hingga atas, dimana keripik singkong dapat dimakan oleh siapapun, tidak terkecuali kalangan atas. Produk yang dihasilkan berupa keripik singkong akan dipasarkan dengan cara penitipan ke pengecer yang bisa berupa warung atau toko makanan maupun toko biasa. Selain itu keripik singkong yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui door to door langsung ke konsumen akhir. Keripik singkong dapat juga dipasarkan dengan dengan cara order pemesanan. Hal ini biasanya untuk pemesanan partai yang agak besar, dalam hal ini dilakukan oleh distributor. Lebih jauh lagi, dengan pengemasan yang merstandar tinggi, produk keripik singkong ini dapat menembus pemasaran di super market ataupun bahkan skala ekspor ke luar negeri. Dengan kemasan yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat terlihat elegan, maka kalangan atas yang biasanya mempertimbangkan gengsi, tidak akan ragu untuk membeli keripik singkong yang bersangkutan walaupun harga jualnya jadi akan lebih membengkak. 4. ESTIMASI KELANCARAN USAHA Kelancaran suatu usaha tidak hanya ditentukan dari lancarnya penjualan, tetapi juga ditentukan oleh proses produksi follow-up-nya. Dengan lancarnya penjualan secara otomatis juga memerlukan proses produksi yang juga tidak terhambat. Kelancaran produksi bisa ditentukan oleh penggunaan permesinan yang dapat menghemat upah tenaga kerja dengan tingkat produksi yang juga tinggi. Selain ditentukan oleh penggunaan permesinan, kelancaran produksi juga dapat ditentukan oleh tenaga produksi yang telah terampil dan mampu berdisiplin hingga bisa mencapai target produksi sesuai dengan order penjualan. Kelancaran produksi tidak akan terlepas dari kelancaran suplai bahan baku. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah berupa ubi batang atau singkong. Dewasa ini memang penanaman singkong sudah tidak banyak dilakukan oleh para petani. Singkong hanya dijadikan sebagai tanaman penyelang pada tanaman utama sepeti pada palawija. Untuk itu perlu dipikirkan untuk mempunyai sumber bahan baku sendiri. Salah satu caranya yaitu bisa dengan memiliki lahan kebun sendiri, atau bekerjasama dengan petani yang bersedia menanam singkong secara khusus. Hal ini untuk menjaga agar produksi tidak berhenti. Sebagai penunjang kelancaran usaha, khususnya dalam hal proses produksi, kelancaran suplai bahan baku ini sangat perlu untuk diperhatikan. Cadangan bahan baku perlu dipertimbangkan untuk proses produksi hingga paling tidak 5 hari. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hambatan dalam penyediaan bahan baku. Karena singkong merupakan bahan yang dapat busuk, maka perlu dijaga dan diketahui batas kualitas singkong yang baik untuk dijadikan bahan baku. Kantung plastik, alumunium foil, atau bahkan foam-box yang biasa digunakan untuk kemasan makanan, kadang hanya berupa kemasan standar dan kurang sesuai untuk digunakan dalam mengemas jenis produk seperti keripik singkong. Untuk itu perlu dipikirkan cara pengadaan kemasan ini disesuaikan dengan produk keripik singkong yang dihasilkan, jika diperlukan harus dipikirkan pembuatan sendiri kemasan yang lain dari yang lain. 5. PENETAPAN HARGA JUAL Penetapan harga jual dilakukan dengan cara memperhitungkan harga bahan baku, upah pekerja, proses produksi, pengemasan, pemasaran dan jika perlu diperhitungkan pula biaya promosi dan transportasi. Semua harga yang telah teridentifikasi dapat dihitung hingga bisa didapat harga satuan minimal (modal yang digunakan). Selanjutnya kita dapat menentukan harga jual setalah diperhitungkan dengan keuntungan yang ingin kita peroleh. Penetapan harga ini sangat perlu dilakukan untuk standarisasi penjualan, sehingga tidak akan terjadi kesenjangan yang signifikan antara harga produk yang harus dibayar konsumen secara langsung dengan harga produk setelah melalui distributor atau agen. Dalam penetapan harga jual ini kita juga harus realistis. Jika ditentukan terlalu tinggi maka konsumen akan mempertimbangkan kembali untuk membeli produk kita dan lebih jauh lagi mereka akan lari ke produk lain yang sejenis. Hal tersebut tentu tidak ingin terjadi. Untuk itu perlu diperhitungkan harga jual produk dari produsen lain. BAB III PENUTUP Dari tulisan yang telah penulis uraikan di atas dapat ditarik benang merah dalam merintis usaha pembuatan keripik singkong, diantaranya adalah bahwa dalam merintis suatu usaha ada baiknya direncanakan secara matang baik ditinjau dari prospek masa depan maupun sistem manajemen yang dapat dilakukan untuk mengelola usaha yang bersangkutan. Selain itu perlu pula dipikirkan dan diperhitungkan tentang prospek persaingan, segmentasi pasar dan kelancaran usahanya. Khusus untuk pengelolaan usaha pembuatan keripik singkong ini, perlu diperhatikan ketersediaan bahan baku berupa singkong beserta sifat dari singkong itu sendiri yang dapat membusuk. Penetapan harga jual merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam suatu usaha. Harga harus realistis tetapi tidak melupakan modal yang dikeluarkan untuk melakukan usaha yang bersangkutan tersebut. Resep Keripik Singkong Setan (Pikset) Pedas Enak Bahan : • Singkong • Bawang putih • Garam • Air • Minyak goreng Cara Membuat Kripik Singkong Setan (Pikset) Pedas : 1. Kupas dulu dong buah singkongnya lalu cuci hingga bersih. 2. Setelah bersih tiriskan airnya, lalu buah singkong dipotong tipis-tipis menggunakan alat potong khusus bisa beli di pasar atau super market. 3. Haluskan bawang putih dan garam, lalu masukkan dalam air secukupnya. 4. Masukkan irisan singkong ke dalam air yang sudah dibumbui lalu rendam agak lama (sekitar 1/2 jam) agar bumbu bisa meresap ke dalam singkong dengan sempurna, setelah itu tiriskan. 5. Tahap pembuatan keripik singkong selanjutnya adalah menggoreng. Tuang dan panaskan minyak goreng yang banyak ke dalam wajan penggorengan besar dengan api kecil. Setelah panas, masukkan irisan singkong yang telah dibumbui jangan sampai lengket. Masak hingga pinggir-pinggir irisan singkong terlihat kecokelatan. Setelah itu angkat dan tiriskan. 6. Setelah melalui tahap penggorengan, kripik bisa langsung dimakan. Untuk menambah rasa sedap, Anda bisa memberi bumbu tambahan, misalnya diberi garam, gula halus, atau bahkan bumbu balado yang pedas. Kalau mau lebih pedas tambahkan Bumbu Cabe Bubuk dan Lada sesuai selera. Jadilah Keripik Singkong Setan Pedas (Keripik Setan) tidak perlu membelinya di Bandung yang mahal di ongkosnya. RESEP CARA MEMBUAT BUMBU PEDAS KERIPIK SETAN ENAK (versi inovLy). Kalau di postingan sebelumnya resep cara membuat keripik setan rasa pedas dari singkong, Nah di artikel ini membahas cara membuat bumbunya agar rasanya minimal mirip 11 12 lah sama keripik setan maichi, Resep bumbu ini didapat dari googling di Internet akhirnya nemu resep bumbu keripik setan ala involvy blogspot, dari situ langsung tertarik untuk mencoba hasilnya lumayan memuaskan tinggal kita bereksperimen sedikit untuk menyamai resep aslinya, berikut resep keripik setan lengkap dan tutorial cara bikinnya : BAHAN : • Bawang merah (6 siung) iris tipis • Bawang putih (6 siung) iris tipis • Cabe rawit sesuai selera • Merica sesuai selera • Ketumbar (sedikit aja) • Garam halus • Gula halus CARA MEMBUAT BUMBU KERIPIK SETAN ENAK : 1. Oven atau jemur bawang dan cabe rawit sampai kering (hilang kadar air) kalau pake oven, waspada jangan sampai gosong. Nanti jadi ngerusak citarasa. 2. Sangrai ketumbar dan merica sampai harum. 3. Blender semua bahan termasuk garam n gula (disarankan garam n gula pakai yg halus aja Keripik Singkong Renyah Siapa yang tidak kenal dengan keripik. Makanan ringan yang menjadi primadona saat ini. Berbagai jenis keripik pun bermunculan. Dimulai yang MAICIH, JAWARA, NDOWER, BANG JACK, KID ROCK, MAS KRIBO dan masih banyak jenis lainnya.Mengapa keripik singkong menjadi sangat fenomenal. Hal itu dikarenakan keripik mudah ditemunkan dan enak untuk menjadi cemilan saat menonton. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi. Saat ini keripik singkong tidak hanya mempunyai rasa original namun juga memiliki rasa yang lain apalagi keripik singkong pedas. Pasti diburu itu. Berbicara tentang keripik, saat ini minermaya berkeinginan untuk membuat keripik singkong. Lalu googlinglah mencari cara membuat keripik singkong. Akhirnya didapatlah sebuah postingan di kaskus tentang pembuatan keripik singkong. Langsung aja ya gan. Bahan - Bahan : - Singkong - Soda Kue Alat : - Serutan Bumbu : smua bumbu masakan bisa dipakek,beli bumbu jadi/alus dipasar2. bisa pakek bumbu rendang, bumbu kari, ato bumbu kacang. silahkan bereksperimen, krn singkong sndri memang gak pny bumbu paten. aneka sambel jg bs dibuat bumbu, seperti sambel terasi, sambel goreng, sambel petis dll, hny saja tidak perlu ditambahkan tomat, krn jika memakai tomat singkong akan berjamur. LANGKAH-LANGKAH: 1. beli singkong yg masih fresh blm lebih dari satu hari setelah dicabut dari akarnya 2. setelah proses pengirisan slesai cuci singkong hingga bersih (singkong jgn diiris terlalu tipis) 3. lalu rendam singkong dengan air panas 4. campurkan soda kue dalam air rendaman (1sdt/1liter air) 5. diamkan air hingga dingin 6. bilas singkong dan tiriskan 7. goreng dengan api yg besar (perbandingan minyak dan singkong adl 3:1) 8. tiriskan lalu diamkan hingga dingin 9. tumis bumbu yg sudah disiapkan 10. setelah bumbu kering matikan/kecilkan api lalu masukan kripik dan campur rata 11. setelah bumbu tercampur rata,tiriskan dan diamkan hingga dingin 12. setelah itu silahkan dicoba, mslh enak atau tidak enak tu tergantung dr bumbu yg anda pilih Hasil yang didapatkan keripik menjadi lebih renyah dan gurih.

Konsep Kewirausahaan dan Pendidikan Kewirausahaan

A. Konsep Kewirausahaan Kewirausahaan Sampai saat ini konsep kewirausahaan masih terus berkembang. Kewirausahan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Seseorang yang memiliki karakter wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya. Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5), “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resources to capitalze on those opportunities”. Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan. Intinya, seorang wirausaha adalah orang-orang yang memiliki karakter wirausaha dan mengaplikasikan hakikat kewirausahaan dalam hidupnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah orang-orang yang memiliki jiwa kreativitas dan inovatif yang tinggi dalam hidupnya. Dari beberapa konsep di atas menunjukkan seolah-olah kewirausahaan identik dengan kemampuan para wirausaha dalam dunia usaha (business). Padahal, dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan karakter wirausaha semata, karena karakter wirausaha kemungkinan juga dimiliki oleh seorang yang bukan wirausaha. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan (Soeparman Soemahamidjaja, 1980). Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup (Prawirokusumo, 1997). Kewirausahaan (entrepreneurship) muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha (Suryana, 2001). Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengkombinasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Menurut Zimmerer (1996:51), nilai tambah tersebut dapat diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut: Pengembangan teknologi baru (developing new technology), Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge), Perbaikan produk (barang dan jasa) yang sudah ada (improving existing products or services), Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Walaupun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil, namun sebenarnya karakter wirausaha juga dimiliki oleh orang-orang yang berprofesi di luar wirausaha. Karakter kewirausahaan ada pada setiap orang yang menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan, apapun profesinya. Dengan demikian, ada enam hakikat pentingnya kewirausahaan, yaitu: Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994) Kewirausahaan adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai sebuah usaha dan mengembangkan usaha (Soeharto Prawiro, 1997) Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai lebih. Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959) Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreatifitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan usaha (Zimmerer, 1996) Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Berdasarkan keenam pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah nilai-nilai yang membentuk karakter dan perilaku seseorang yang selalu kreatif berdaya, bercipta, berkarya dan bersahaja dan berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya. Meredith dalam Suprojo Pusposutardjo(1999), memberikan ciri-ciri seseorang yang memiliki karakter wirausaha sebagai orang yang (1) percaya diri, (2) berorientasi tugas dan hasil, (3) berani mengambil risiko, (4) berjiwa kepemimpinan, (5) berorientasi ke depan, dan (6) keorisinalan. Jadi, untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Seperti telah dikemukakan di atas, bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up), kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. B. Pendidikan Kewirausahaan di Sekolah Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik), sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan ketrampilan sebagai wirausaha. Pada dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor), peserta didik secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidikan. Pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan dan direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, program pendidikan kewirausahaan di sekolah dapat diinternalisasikan melalui berbagai aspek. 1. Pendidikan Kewirausahaan Terintegrasi Dalam Seluruh Mata Pelajaran Yang dimaksud dengan pendidikan kewirausahaan terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran sehingga hasilnya diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, terbentuknya karakter wirausaha dan pembiasaan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan dan menjadikannya perilaku. Langkah ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam pembelajaran di seluruh mata pelajaran yang ada di sekolah. Langkah pengintegrasian ini bisa dilakukan pada saat menyampaikan materi, melalui metode pembelajaran maupun melalui sistem penilaian. Dalam pengintegrasian nilai-nilai kewirausahaan ada banyak nilai yang dapat ditanamkan pada peserta didik. Apabila semua nilai-nilai kewirausahaan tersebut harus ditanamkan dengan intensitas yang sama pada semua mata pelajaran, maka penanaman nilai tersebut menjadi sangat berat. Oleh karena itu penanaman nilainilai kewirausahaan dilakukan secara bertahap dengan cara memilih sejumlah nilai pokok sebagai pangkal tolak bagi penanaman nilai-nilai lainnya. Selanjutnya nilai-nilai pokok tersebut diintegrasikan pada semua mata pelajaran. Dengan demikian setiap mata pelajaran memfokuskan pada penanaman nilai-nilai pokok tertentu yang paling dekat dengan karakteristik mata pelajaran yang bersangkutan. Nilai-nilai pokok kewirausahaan yang diintegrasikan ke semua mata pelajaran pada langkah awal ada 6 (enam) nilai pokok yaitu: mandiri, kreatif pengambil resiko, kepemimpinan, orientasi pada tindakan dan kerja keras. Integrasi pendidikan kewirausahaan di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Pada tahap perencanaan, silabus dan RPP dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajarannya memfasilitasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan. Cara menyusun silabus yang terintegrsi nilai-nilai kewirausahaan dilakukan dengan mengadaptasi silabus yang telah ada dengan menambahkan satu kolom dalam silabus untuk mewadahi nilai-nilai kewirausahaan yang akan diintegrasikan. Sedangkan cara menyususn RPP yang terintegrasi dengan nilai-nilai kewirausahaan dilakukan dengan cara mengadaptasi RPP yang sudah ada dengan menambahkan pana materi, langkah-langkah pembelajaran atau penilaian dengan nilai-nilai kewirausahaan. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai kewirausahaan sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan, menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri.Dengan prinsip ini, peserta didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan nilai-nilai kewirausahaan. Pengintegrasian nilai-nilai kewirausahaan dalam silabus dan RPP dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut: Mengkaji SK dan KD untuk menentukan apakah nilai-nilai kewirausahaan sudah tercakup didalamnya. Mencantumkan nilai-nilai kewirausahaan yang sudah tercantum di dalam SKdan KD kedalam silabus. Mengembangkan langkah pembelajaran peserta didik aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan integrasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku. Memasukan langkah pembelajaran aktif yang terintegrasi nilai-nilai kewirausahaan ke dalam RPP. 2. Pendidikan Kewirausahaan yang Terpadu Dalam Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah. Visi kegiatan ekstra kurikuler adalah berkembangnya potensi, bakat dan minat secara optimal, serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Misi ekstra kurikuler adalah (1) menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka; (2) menyelenggarakan kegiatan yang memberikan kesempatan peserta didik mengespresikan diri secara bebas melalui kegiatan mandiri dan atau kelompok. 3. Pendidikan Kewirausahaan Melalui Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan karakter termasuk karakter wirausaha dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pengembangan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Pengembangan diri secara khusus bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan: bakat, minat, kreativitas, kompetensi, dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan keagamaan, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karir, kemampuan pemecahan masalah, dan kemandirian. Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik. Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dapat dilakukan melalui pengintegrasian kedalam kegiatan sehari-hari sekolah misalnya kegiatan ‘business day’ (bazar, karya peserta didik, dll) 4. Perubahan Pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan dari Teori ke Praktik Dengan cara ini, pembelajaran kewirausahaan diarahkan pada pencapaian tiga kompetansi yang meliputi penanaman karakter wirausaha, pemahaman konsep dan skill, dengan bobot yang lebih besar pada pencapaian kompetensi jiwa dan skill dibandingkan dengan pemahaman konsep. Dalam struktur kurikulum SMA, pada mata pelajaran ekonomi ada beberapa Kompetensi Dasar yang terkait langsung dengan pengembangan pendidikan kewirausahaan. Mata pelajaran tersebut merupakan mata pelajaran yang secara langsung (eksplisit) mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan, dan sampai taraf tertentu menjadikan peserta didik peduli dan menginternalisasi nilai-nilai tersebut. Salah satu contoh model pembelajaran kewirausahaan yang mampu menumbuhkan karakter dan perilaku wirausaha dapat dilakukan dengan cara mendirikan kantin kejujuran, dsb. 5. Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan ke dalam Bahan/Buku Ajar Bahan/buku ajar merupakan komponen pembelajaran yang paling berpengaruh terhadap apa yang sesungguhnya terjadi pada proses pembelajaran. Banyak guru yang mengajar dengan semata-mata mengikuti urutan penyajian dan k egiatan-kegiatan pembelajaran (task) yang telah dirancang oleh penulis buku ajar, tanpa melakukan adaptasi yang berarti. Penginternalisasian nilai-nilai kewirausahaan dapat dilakukan ke dalam bahan ajar baik dalam pemaparan materi, tugas maupun evaluasi. 6. Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan melalui Kutur Sekolah Budaya/kultur sekolah adalah suasana kehidupan sekolah dimana peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antar anggota kelompok masyarakat sekolah. Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan kewirausahaan dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan mengunakan fasilitas sekolah, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, komitmen dan budaya berwirausaha di lingkungan sekolah (seluruh warga sekolah melakukan aktivitas berwirausaha di lngkungan sekolah). 7. Pengintegrasian Pendidikan Kewirausahaan melalui Muatan Lokal Mata pelajaran ini memberikan peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuannya yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Oleh karena itu mata pelajaran muatan lokal harus memuat karakteristik budaya lokal, keterampilan, nilai-nilai luhur budaya setempat dan mengangkat permasalahan sosial dan lingkungan yang pada akhirnya mampu membekali peserta didik dengan keterampilan dasar (life skill) sebagai bekal dalam kehidupan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Contoh anak yang berada di ingkungan sekitar pantai, harus bisa menangkap potensi lokal sebagai peluang untuk mengelola menjadi produk yang memiliki nilai tambah, yang kemudian diharapkan anak mampu menjual dalam rangka untuk memperoleh pendapatan. Integrasi pendidikan kewirausahaan di dalam mulok, hampir sama dengan integrasi pendidikan kewirausahaan terintegrasi di dalam mata pelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran pada semua mata pelajaran. Pada tahap perencanaan ini, RPP dirancang agar muatan maupun kegiatan pembelajarannya MULOK memfasilitasi untuk mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan. Cara menyusun RPP MULOK yang terintegrasi dengan nilai-nilai kewirausahaan dilakukan dengan cara mengadaptasi RPP MULOK yang sudah ada dengan menambahkan pada materi, langkah-langkah pembelajaran atau penilaian dengan nilai-nilai kewirausahaan. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai kewirausahaan sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan, menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. Dengan prinsip ini peserta didik belajar melalui proses berpikir, bersikap, dan berbuat. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan yang terkait dengan nilai-nilai kewirausahaan.

Peringatan 2 Tahun Erupsi Merapi, 200 Gunungan Dikirab

Sebanyak 200 Tumpeng siap dikirab dalam acara peringatan dua tahun erupsi Merapi, yang berlangsung di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. Kirab tersebut melibatkan Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta (Pakasa). Kepala bagian (Kabag) Humas, Pemkab Klaten, Herlambang Jaka Santosa, mengatakan dipilihnya Desa Balerante tersebut dikarenakan desa itu merupakan desa yang terkena dampak paling parah pada erupsi Merapi 2012 lalu. Saat itu puluhan rumah rusak dan terbakar akibat terkena wedus gembel. Selain melakukan kirab gunungan, acara tersebut juga dimeriahkan dengan pameran foto dan barang-barang sisa erupsi Merapi 2010 lalu. Rencananya beberapa produk batik khas dari Balerante juga akan dipamerkan dalam acara tersebut. Tak hanya itu pada acara tersebut juga akan dilakukan pementasan tarian tradisional gambyong dan kuda lumping. “Nantinya juga akan ada sambung rasa, dengan melibatkan, organisasi kemasyarakatan, Bupati, BPBD, SAR Klaten dan BPPTK Jogja. Sedangkan malam harinya akan dilakukan dzikir dan doa bersama untuk warga yang terdampak erupsi Merapi,” kata Herlambang. Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Klaten, Joko Rukminto, mengatakan pada peringatan erupsi Merapi tersebut, BPBD akan memberikan bantuan kepada relawan. Bantuan tersebut berupa peralatan Search and Rescue, untuk menunjang penyelamatan bagi relawan yang bertugas di Merapi. “Untuk memberikan bantuan tersebut dianggarkan uang Rp400 juta. Semoga nantinya peralatan tersebut bisa membantu para relawan saat Merapi kembali bergejolak,” ujar Joko.